Gen-Z Ini Deklarasikan Negara Baru dan Mengaku Sebagai Presiden

Dalam dunia yang semakin dinamis dan penuh dengan inovasi, seorang anak muda dari generasi Z telah menciptakan gebrakan yang cukup memukau. Memanfaatkan celah dalam dunia hukum internasional, ia berhasil mendeklarasikan sebuah negara baru di Eropa dan membuat dirinya sebagai pemimpin.
Suatu Deklarasi yang Berani
Keberanian ini bermula ketika seorang remaja laki-laki menemukan sebidang tanah yang tampaknya belum menjadi bagian dari negara mana pun. Daniel Jackson, seperti itulah namanya, akhirnya berani mengklaim dirinya sebagai presiden generasi Z pertama di negara yang baru saja dideklarasikannya.
Jackson mendirikan negara yang disebut dengan Free Republic of Verdis. Terletak di suatu wilayah kecil berisi hutan dan pasir di pinggiran Sungai Danube, negara ini berada antara perbatasan Serbia dan Kroasia.
Mengklaim Tanah yang Sepi
Sebagai warga negara Inggris dan Australia, Jackson berpendapat bahwa wilayah yang ia klaim termasuk dalam kategori terra nullius. Istilah ini digunakan dalam hukum internasional untuk menggambarkan wilayah yang belum diklaim oleh negara manapun.
Wilayah yang menjadi cakupan Verdis ini memiliki luas sekitar 124 acre atau sekitar 0,5 kilometer persegi. Ukurannya sedikit lebih besar dari Kota Vatikan, negara terkecil di dunia. Area ini adalah hutan dan tepi sungai yang belum pernah dihuni secara permanen oleh siapapun.
Menciptakan Negara dari Nol
Ide untuk mendirikan negara ini muncul ketika Jackson berusia 14 tahun. Saat itu, ia bersama beberapa temannya mencari wilayah geografis di internet. Mereka menemukan area yang tampaknya belum diklaim oleh negara manapun.
Dari situlah tercipta nama Verdis, yang diambil dari kata Latin Viridis, berarti hijau. Nama ini dipilih untuk mencerminkan fokus negara tersebut pada perlindungan lingkungan.
Pada tahun 2019, Jackson secara resmi mendeklarasikan berdirinya Free Republic of Verdis dan dipilih sebagai presiden oleh para pendukungnya.
Sejak saat itu, kelompok ini mulai membangun berbagai simbol kenegaraan, mulai dari bendera, lambang negara, konstitusi, hingga struktur pemerintahan yang terdiri dari menteri luar negeri, dalam negeri, pertahanan, dan infrastruktur.
Tantangan dalam Mendirikan Negara
Namun, upaya ini tidak berjalan mulus. Pada Oktober 2023, Jackson dan sejumlah pendukungnya mencoba untuk mendirikan kamp di wilayah tersebut dan mengibarkan bendera Verdis. Sayangnya, upaya tersebut hanya bertahan satu hari.
Polisi Kroasia datang ke lokasi, membongkar kamp mereka, dan menahan kelompok tersebut. Penahanan ini berlangsung selama sekitar 12 jam sebelum akhirnya mereka dideportasi. Sebagian peserta dilarang masuk wilayah Kroasia selama tiga bulan.
Reaksi Pemerintah Kroasia dan Konflik Hukum
Jackson dan wakil presidennya bahkan mendapatkan larangan masuk seumur hidup karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negara. Pada saat yang sama, pemerintah Kroasia menolak klaim bahwa wilayah tersebut merupakan terra nullius.
Menurut pernyataan resmi dari kementerian luar negeri Kroasia, proyek Verdis adalah tindakan provokatif yang tidak memiliki dasar hukum. Mereka berpendapat bahwa sengketa perbatasan ini tidak otomatis menjadikan wilayah tersebut tidak dimiliki oleh negara mana pun dan terbuka untuk diklaim oleh pihak ketiga.
Operasional dan Harapan
Saat ini, semua aktivitas pemerintah Verdis dikelola oleh Jackson dari Inggris. Ia mengelola komunitas dan juga pemerintahan negara yang sebagian besarnya masih beroperasi secara online.
Meskipun menghadapi berbagai hambatan, Jackson tetap optimistis. Ia sangat percaya bahwa Verdis akan dapat berdiri sebagai sebuah negara merdeka di masa depan.