Minggu Sengsara VI: Jemaat GMIM Alfa Omega Rumengkor Diminta Teguh Berdiri di Atas Kebenaran

Pekan keenam dalam perenungan masa sengsara Yesus Kristus ditandai dengan pelaksanaan Ibadah Minggu yang khidmat oleh jemaat GMIM Alfa Omega Rumengkor pada tanggal 29 Maret 2026. Dalam suasana yang penuh dengan rasa syukur dan refleksi, ibadah ini menjadi momen penting bagi jemaat untuk mendalami makna pengorbanan Kristus.
Pemimpin Ibadah dan Tema Khotbah
Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Friskie Palandi, S.Th., yang menyajikan khotbah dengan pengambilan pembacaan dari Alkitab, khususnya Markus 15:1-15. Dengan judul “Yesus di Hadapan Pilatus”, Pdt. Friskie mengupas tuntas tentang ketidakadilan yang dialami oleh Sang Juru Selamat.
Drama Ketidakadilan
Dalam khotbahnya, Pdt. Friskie menyoroti bagaimana Yesus, yang merupakan perwujudan Kebenaran Sejati, harus menghadapi pengadilan dunia yang penuh dengan kebencian dan iri hati.
“Yesus tidak dibawa ke hadapan Pilatus karena kesalahan-Nya, melainkan karena ketakutan para pemimpin agama Yahudi terhadap ajaran-Nya. Iri hati mereka telah membutakan hati nurani hingga menciptakan tuduhan palsu untuk menghilangkan keberadaan Yesus,” jelas Pdt. Friskie.
Pontius Pilatus: Dilema Kekuasaan
Selanjutnya, Pdt. Friskie membedah posisi Pontius Pilatus yang terjebak dalam dilema kekuasaan. Meskipun ia menyadari bahwa tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh Yesus, Pilatus memilih untuk mengambil jalan aman demi mempertahankan jabatan dan pengaruhnya, tertekan oleh tuntutan massa.
Pdt. Friskie mengaitkan narasi Alkitab tersebut dengan realitas sosial yang dihadapi jemaat saat ini.
Tantangan yang Dihadapi Jemaat
Ia mengingatkan bahwa jemaat sering kali menghadapi tantangan serupa, di mana iri hati dan kelebihan yang dimiliki dapat memicu ketidakpuasan orang lain. Beberapa tantangan tersebut antara lain:
- Kecenderungan untuk berkompromi dengan moralitas.
- Memilih jalan yang lebih aman seperti yang dilakukan Pilatus.
- Kehilangan integritas demi kepentingan pribadi.
- Kesulitan dalam menyuarakan kebenaran meskipun harus menghadapi risiko.
- Pentingnya berpegang pada kebenaran dalam setiap aspek kehidupan.
Panggilan untuk Berdiri di Atas Kebenaran
Pdt. Friskie menekankan bahwa sebagai orang percaya dan pelayan Tuhan, kita harus menjadikan Firman Tuhan sebagai standar tertinggi dalam kehidupan. “Kita harus berani mengucapkan ‘Ya’ kepada kebenaran, meneladani kerendahan hati Yesus yang rela berkorban demi keselamatan umat manusia,” ujarnya, memberikan semangat kepada jemaat dari Kolom 1 hingga 16.
Partisipasi Jemaat dalam Ibadah
Ibadah ini juga dihadiri oleh berbagai perangkat pelayan gereja, seperti Pdt. Arthur Wuwung, S.Th., Sekretaris Jemaat Lenda Manorek, dan anggota BPMJ serta Pelayan Khusus (Pelsus) dari Kolom 1 hingga 16. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat iman dan menjalani panggilan sebagai jemaat.
Pengaturan Ibadah untuk Kenyamanan Jemaat
Untuk memastikan kenyamanan dan kapasitas yang memadai, BPMJ GMIM Alfa Omega Rumengkor secara rutin membagi ibadah Minggu menjadi dua sesi, yaitu Sesi I pada pukul 06.00 WITA dan Sesi II pada pukul 09.00 WITA. Pembagian ini bertujuan agar semua jemaat dapat hadir dan berpartisipasi secara aktif dalam ibadah.
Suasana Ibadah yang Penuh Sukacita
Suasana ibadah berlangsung dengan penuh sukacita iman. Jemaat mengungkapkan rasa syukur atas kasih Tuhan yang terus menyertai mereka, terutama di Minggu Sengsara keenam ini. Momen ini sekaligus memperkuat semangat untuk terus maju bersama Tuhan dalam setiap aspek kehidupan mereka.