Tender Rp 238 Miliar Dinas Bina Marga Sumut, Satu Kontraktor Menang Dua Proyek

Pada tanggal 9 April 2026, penelusuran yang dilakukan pada laman LPSE Sumut mengungkapkan bahwa Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumut baru saja melaksanakan tender untuk tiga paket proyek besar. Total nilai tender ini mencapai Rp 238 miliar, yang tentunya menjadi sorotan bagi banyak pihak, terutama dalam konteks transparansi dan keadilan dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Rincian Proyek Tender Dinas Bina Marga Sumut
Proyek-proyek yang ditenderkan terdiri dari tiga ruas jalan yang sangat strategis. Berikut adalah rincian lengkapnya:
- Ruas Sipiongot-Batas Tapanuli Selatan (Tolang) dengan pagu sebesar Rp 72 miliar
- Ruas Sipiongot-Batas Labuhanbatu dengan pagu sebesar Rp 96 miliar
- Ruas Hutaimbaru-Sipiongot dengan pagu sebesar Rp 70,8 miliar
Ketiga paket proyek ini mengadopsi skema tender pascakualifikasi dengan sistem harga terendah. Dari hasil analisis, di ketiga paket tersebut, nilai penawaran pemenang sangat dekat dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), dengan selisih yang tergolong kecil.
Detail Penawaran Pemenang
Berikut adalah rincian penawaran pemenang untuk masing-masing paket:
- Paket Rp 72 miliar dimenangkan dengan penawaran sekitar Rp 70,5 miliar
- Paket Rp 96 miliar dimenangkan dengan penawaran sekitar Rp 94,3 miliar
- Paket Rp 70,8 miliar dimenangkan dengan penawaran sekitar Rp 69 miliar
Selisih penurunan harga berkisar antara 1,6 persen hingga 2,4 persen, sebuah angka yang terbilang minim mengingat banyaknya peserta tender yang mencapai puluhan perusahaan. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan tentang tingkat kompetisi yang terjadi dalam proses tender ini.
Dominasi Salah Satu Kontraktor
Menariknya, dari ketiga proyek tersebut, dua di antaranya dimenangkan oleh kontraktor yang sama, yaitu PT Sumatera Pioneer Building Material, sedangkan satu paket lainnya dimenangkan oleh PT Zhafiara Tetap Jaya. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan pemenang yang berulang, yang bisa jadi menandakan adanya pola tertentu dalam persaingan tender ini.
Partisipasi Peserta Tender
Jumlah peserta yang mengikuti tender ini juga cukup signifikan, berkisar antara 41 hingga 47 perusahaan. Kompetisi yang ketat ini seharusnya memberikan peluang bagi banyak kontraktor untuk bersaing secara sehat dan adil. Namun, penawaran yang sangat tipis justru menimbulkan kekhawatiran.
Proses Negosiasi Harga yang Minim
Pada salah satu paket, dilaporkan adanya proses negosiasi harga yang dilakukan. Namun, penurunan yang dicapai dalam negosiasi tersebut hanya sekitar Rp 57 juta, yang tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan total nilai proyek yang mencapai puluhan miliar rupiah.
Pandangan Ahli Terhadap Proses Tender
Otti Batubara, Direktur Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barapaksi), mengungkapkan bahwa pola tender yang terlihat dalam proyek ini perlu dicermati dengan seksama. Menurutnya, selisih penawaran yang terlalu kecil dari HPS dalam tender yang diikuti oleh banyak peserta adalah sebuah indikator yang mencurigakan.
“Dalam tender yang memiliki banyak peserta, seharusnya kita melihat kompetisi harga yang lebih signifikan. Jika penurunannya hanya antara 1 sampai 2 persen, ini layak dipertanyakan,” tegas Otti.
Pemenang Berulang dan Dugaan Pengaturan
Otti juga menyoroti fenomena di mana dua paket proyek besar dimenangkan oleh perusahaan yang sama. “Ketika satu perusahaan berhasil memenangkan lebih dari satu paket besar dalam tender yang diikuti oleh banyak peserta, hal ini perlu diteliti lebih dalam. Kita harus memastikan bahwa tidak ada dugaan pengaturan yang terjadi,” imbuhnya.
Penegakan Hukum dan Pengawasan
Dia mendesak agar aparat pengawas internal pemerintah serta lembaga penegak hukum melakukan pengawasan dan penyelidikan lebih lanjut. “Ini melibatkan uang rakyat yang hampir mencapai Rp 240 miliar. Proses tender harus dijamin transparan, kompetitif, dan tidak merugikan keuangan daerah,” pungkas Otti.
Keterangan dari Dinas Bina Marga Sumut
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumut belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil tender ini. Namun, informasi dari akun Instagram Dinas BMBK Sumut mengindikasikan bahwa ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program strategis daerah Sumut untuk tahun 2026.
Komitmen Dinas Bina Marga dalam Pelaksanaan Proyek
Kepala Dinas BMBKCK Sumut, Chandra Dalimunthe, menekankan pentingnya agar pelaksanaan ketiga proyek ini berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia berharap agar pekerjaan tersebut dapat memenuhi prinsip kualitas, ketepatan waktu, dan akuntabilitas serta transparansi yang tinggi.
Dalam konteks tender Dinas Bina Marga Sumut, transparansi dan keadilan dalam proses pengadaan ini menjadi sangat penting. Dengan total nilai proyek yang mencapai Rp 238 miliar, semua pihak berharap agar pelaksanaan tender ini tidak hanya menguntungkan kontraktor yang berpartisipasi, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Sumut secara keseluruhan.
Dengan adanya pengawasan yang ketat dan komitmen terhadap prinsip-prinsip transparansi, diharapkan proyek-proyek ini dapat berjalan dengan baik, memenuhi harapan masyarakat, dan berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang lebih baik di wilayah Sumut.