Inisiasi Hibah PLTS Sumenep oleh Danantara Indonesia: PLN Akan Menyediakan Listrik Bersih untuk 2.000 KK

Dalam upaya melanjutkan inisiatif pemerintah untuk memperluas pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO). Langkah ini didukung oleh Danantara Indonesia dan melibatkan pemanfaatan dua PLTS berkapasitas 1 megawatt peak (MWp) masing-masing. Kedua PLTS ini dilengkapi dengan Battery Energy Storage System berkapasitas 4 megawatt hour (MWh) yang merupakan hasil hibah dari Yayasan Torang IWIP Berbakti.
Kolaborasi untuk Energi Bersih
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata dari kerja sama antara berbagai pihak untuk memperluas akses energi bersih dan mendorong pemerataan listrik. Inisiatif ini khususnya ditujukan untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, yang menyaksikan penandatanganan ini secara langsung, menegaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan visi Presiden.
Melalui penggantian penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) seperti PLTS, program dedieselisasi dapat dipercepat. Dengan potensi energi surya yang kaya, pemerintah menargetkan pemanfaatan PLTS hingga mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional.
Utilisasi Hibah PLTS
Dengan penggunaan hibah ini, dua lokasi di Kabupaten Sumenep akan menjadi proyek percontohan. Diharapkan ini dapat memberikan dampak nyata dengan memberikan listrik untuk ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut. Rosan menambahkan bahwa proyek ini akan berdampak positif bagi 2.000 kepala keluarga di Dusun Gili Labak dan Desa Pagerungan Kecil, yang masing-masing akan menerima 1 MW.
Sebelumnya, penduduk Dusun Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan Talango menggunakan genset pribadi untuk menyalakan lampu dan elektronik di rumah. Bagi penduduk Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, hibah PLTS ini akan menambah suplai listrik yang saat ini ditopang oleh PLTS PLN berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp).
Detail Hibah
Hibah ini mencakup dua unit PLTS dengan kapasitas masing-masing 1 MWp dan dilengkapi dengan BESS berkapasitas 4 MWh. Instalasi yang akan dibangun diharapkan dapat menyuplai listrik selama 24 jam penuh dan berpotensi menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebesar 1,1 juta liter per tahun.
Dukungan dan Apresiasi
Kepala Yayasan Torang IWIP Berbakti, Wahyu Budhi Santoso, menjelaskan bahwa hibah PLTS dan BESS ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk mendukung program pemerintah dalam memperluas akses energi bagi masyarakat. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya meningkatkan akses listrik di wilayahnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan momentum penting yang menandai kolaborasi lintas sektor dalam mendorong program dedieselisasi dan pemerataan akses listrik melalui pemanfaatan PLTS secara masif. Darmawan berharap kerja sama ini dapat segera direalisasikan dan memberikan listrik yang andal bagi masyarakat di dua wilayah Kabupaten Sumenep.
Menuju Pemanfaatan PLTS yang Lebih Luas
Dalam upaya memperluas pemanfaatan PLTS, PLN tidak bisa bekerja sendiri. Melalui kolaborasi dengan Danantara Indonesia dan para pemangku kepentingan lainnya, Darmawan optimis bahwa program dedieselisasi melalui pemanfaatan PLTS hingga 100 GW dapat dipercepat dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.