Rico Waas Mendorong Keterlibatan Pedagang Pasar Tradisional dalam Program MBG

Dalam upaya meningkatkan distribusi kebutuhan pangan secara efektif, sistem koordinasi data yang mampu memberikan informasi secara real-time menjadi sangat penting. Hal ini tidak hanya mendukung kelancaran distribusi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, termasuk para pedagang yang beroperasi di 52 pasar tradisional di bawah naungan BUMD Medan, untuk terlibat lebih aktif.
Pentingnya Keterlibatan Pedagang Pasar Tradisional
Rico Waas, dalam kapasitasnya sebagai pemimpin, mengungkapkan hal ini saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Pelaksanaan Program MBG serta Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Rumah Dinas Wali Kota, pada Selasa, 14 April 2026. Dalam forum tersebut, Rico menegaskan bahwa program MBG seharusnya tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal, yang sangat dibutuhkan saat ini.
Dia menekankan bahwa keterlibatan tenaga kerja lokal di setiap titik layanan sangat penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat kecamatan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga membantu mempererat hubungan sosial di komunitas setempat.
Apresiasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Rico juga memberikan apresiasi terhadap skema penyerapan tenaga kerja dalam program SPPG, yang memberikan prioritas kepada masyarakat dari kategori Desil 1 dan Desil 2. “Kami melihat ini sebagai langkah positif di tengah tantangan yang dihadapi dalam penciptaan lapangan kerja saat ini. Kebijakan ini menyentuh segmen masyarakat yang paling memerlukan perhatian,” ujarnya.
Sinergi Antara Pemangku Kepentingan
Dengan meningkatnya kebutuhan pangan dalam program ini, Rico menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia bahan pangan adalah kunci untuk menjaga kelancaran distribusi. Dia memberikan contoh konkret mengenai kebutuhan telur, yang diperkirakan mencapai jutaan butir setiap bulannya. Hal ini menunjukkan perlunya perencanaan yang matang dalam penyediaan pasokan.
“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan SPPG dapat berjalan seiring dengan kesiapan dari peternak dan UMKM. Dengan adanya sinergi yang kuat, kami optimis target pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai, sejalan dengan stabilitas ekonomi daerah,” tambahnya.
Perkembangan Program MBG
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG mempresentasikan capaian program hingga pertengahan April 2026. Data menunjukkan bahwa MBG telah menjangkau 449.694 penerima manfaat, didukung oleh 201 satuan SPPG, di mana 181 di antaranya telah aktif melayani 3.134 kelompok masyarakat.
- Jumlah penerima manfaat: 449.694 orang
- Satuan SPPG yang aktif: 201
- Kelompok masyarakat yang terlayani: 3.134
- Relawan yang terlibat: 9.149 orang
- Penerima manfaat dari peserta didik: 374.567 orang
Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini, dengan melibatkan 9.149 relawan. Mayoritas penerima manfaat terdiri dari kalangan peserta didik, dengan jumlah total mencapai 374.567 orang. Selain itu, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada 75.136 penerima lainnya yang berasal dari kelompok rentan kesehatan, yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan program.
Strategi untuk Meningkatkan Keterlibatan Pedagang
Untuk meningkatkan keterlibatan pedagang pasar tradisional dalam program MBG, beberapa strategi perlu diterapkan. Pertama, komunikasi yang efektif antara pemerintah dan pedagang harus diperkuat agar informasi mengenai program dapat disampaikan dengan baik. Kedua, pelatihan dan workshop perlu diadakan untuk meningkatkan keterampilan para pedagang dalam menyediakan produk yang berkualitas tinggi.
Ketiga, pembentukan kemitraan antara pedagang dengan penyedia bahan pangan lokal dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Melalui kemitraan ini, pedagang dapat memperoleh akses ke produk segar dan berkualitas dengan harga yang kompetitif. Keempat, promosi yang lebih intensif mengenai manfaat program MBG bagi pedagang perlu dilakukan, agar mereka menyadari potensi yang bisa diperoleh dari keterlibatan mereka.
Pentingnya Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat
Pendidikan dan kesadaran masyarakat juga berperan penting dalam mendorong keterlibatan pedagang pasar tradisional. Dengan memberikan informasi yang cukup tentang program dan manfaatnya, masyarakat akan lebih terdorong untuk berpartisipasi aktif. Hal ini akan menciptakan hubungan yang lebih baik antara pedagang dan konsumen, serta meningkatkan kepercayaan terhadap produk lokal.
Selain itu, kampanye untuk mendukung produk lokal juga dapat dilaksanakan, yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam membeli dari pedagang pasar tradisional. Dengan demikian, keterlibatan pedagang pasar tradisional dalam program MBG tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi bagi mereka, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Evaluasi dan Monitoring Program
Untuk memastikan efektivitas program MBG, evaluasi dan monitoring yang berkelanjutan sangat diperlukan. Ini akan membantu dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mempertahankan aspek yang sudah berjalan dengan baik. Penilaian secara berkala akan memberikan gambaran yang jelas mengenai dampak program terhadap kebutuhan gizi masyarakat dan perekonomian lokal.
Selain itu, feedback dari pedagang dan penerima manfaat juga harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas program. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dalam evaluasi, program ini dapat beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang di lapangan.
Peran Teknologi dalam Program MBG
Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi juga sangat penting dalam meningkatkan keterlibatan pedagang pasar tradisional. Dengan menggunakan aplikasi atau platform online, informasi mengenai program dan kebutuhan pangan dapat disampaikan dengan lebih cepat. Teknologi dapat memfasilitasi komunikasi antara petani, pedagang, dan konsumen, sehingga distribusi pangan dapat berjalan lebih efisien.
Penggunaan teknologi juga dapat membantu dalam pengumpulan data tentang kebutuhan pasar dan ketersediaan produk. Dengan informasi yang akurat, pedagang dapat merencanakan stok barang dengan lebih baik, sehingga mengurangi risiko kerugian akibat produk yang tidak terjual.
Membangun Komunitas yang Berkelanjutan
Untuk menciptakan dampak yang lebih besar, penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam membangun komunitas yang berkelanjutan. Ini berarti menciptakan lingkungan di mana pedagang pasar tradisional dapat tumbuh dan berkembang, serta masyarakat dapat mendapatkan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, program MBG dapat menjadi model yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan pedagang pasar tradisional dan menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita dapat memastikan bahwa program ini tidak hanya berhasil dalam memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Dengan demikian, keterlibatan pedagang pasar tradisional dalam program MBG merupakan langkah strategis yang tidak hanya menguntungkan mereka secara individu, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan. Sebuah langkah kecil dapat menjadi awal dari perubahan besar yang mengarah pada kesejahteraan bersama.